Saturday, September 29, 2012

1 CONTOH RESUME PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Date: Saturday, September 29, 2012 11:58 PM
Category:
Author: komunitas tintamerah
Share:
Responds: 1 Comment

PENGERTIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Ada pun Pengertian psikologi pendidikan menurut para ahli ialah sebagai berikut :
Arthur S. Reber (Syah, 1997 / hal. 12)
Definisi Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :
  • Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
  • Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
  • Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
  • Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif
  • Penyenggaraan pendidikan keguruan
Menurut Muhibbin Syah, Definisi psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang terjadi dalam dunia pendidikan.

Barlow (Syah, 1997 / hal. 12)
Definisi Psikologi pendidikan adalah ...... a body of knowledge grounded in psychological research which provides a repertoire of resource to aid you in functioning more effectively in teaching learning process.
Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.

Tardif (Syah, 1997 / hal. 13)
Definisi Psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.

Witherington (Buchori dalam Syah, 1997 / hal. 13)
Psikologi pendidikan sebagai “ A systematic study of process and factors involved in the education of human being.
Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.
Ensiklopedia amerika, psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam proses pengajaran yang terlibat dengan penemuan-penemuan dan menerapkan prisip-prinsip dan cara untuk meningkatkan keefesien dalam pendidikan.

wikipedia malaysia
Pengertian Psikologi pendidikan ialah kajian tentang bagaimana manusia belajar dalam latar pendidikan, keberkesanan campur tangan pendidikan, psikologi pengajaran, dan psikologi sosial sekolah sebagai pertubuhan. Walaupun istilah "psikologi pendidikan" dan "psikologi sekolah" sering digunakan sebagai sinonim untuk satu sama lain, para penyelidik dan ahli teori cenderung dikenali sebagai ahli psikologi pendidikan, manakala pengajar di sekolah atau dalam keadaan yang masih berkaitan dengan sekolah dikenali sebagai ahli psikologi sekolah. Psikologi pendidikan melibatkan diri tentang bagaimana pelajar belajar dan berkembang, seringnya dengan menumpukan subkumpulan seperti kanak-kanak bergeliga dan mereka yang kehilangan upaya.

Sebahagia
n  psikologi pendidikan dapat difahami menerusi hubungannya dengan disiplin-disiplin yang lain, khususnya bidang psikologi. Ia memiliki hubungan dengan disiplin psikologi yang seolah-olah hubungan antara perubatan dengan biologi, atau kejuruteraan dengan fizik. Psikologi pendidikan pula menjelaskan berbagai-bagai bidang dalam kajian pendidikan, termasuk reka bentuk pengajaran, teknologi pendidikan, perkembangan kurikulum, pembelajaran organisasi, pendidikan khas, dan pengurusan bilik darjah. Psikologi pendidikan meminjam daripada bidang sains kognitif dan sains pembelajaran, serta dan menyumbang kepadanya. Di universiti, jabatan psikologi pendidikan biasanya terletak di bawah fakulti pendidikan dan disebabkan ini, mungkin mengakibatkan kekurangan kandungan psikologi pendidikan dalam buku teks pengenalan psikologi.





(Borich & Tombari, 1997)
Pengertian Psikologi pendidikan ialah satu disiplin yang memfokuskan kajiannya kepada pengetahuan teoretikal dan pengetahuan empirikal mengenai pengajaran dan pembelajaran dalam bilik darjah

(Whiterington, 1982:10)
Pengertian Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar. Dari batasan di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan tindakan belajar. Karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal belajar. Dengan kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.

Karena konsentrasinya pada persoalan belajar, yakni persoalan-persoalan yang senantiasa melekat pada subjek didik, maka konsumen utama psikologi pendidikan ini pada umumnya adalah pada pendidik. Mereka memang dituntut untuk menguasai bidang ilmu ini agar mereka, dalam menjalankan fungsinya, dapat menciptakan kondisi-kondisi yang memiliki daya dorong yang besar terhadap berlangsungnya tindakan-tindakan belajar secara efektif.

(Banks & Thompson, 1995)
Pengertian Psikologi pendidikan adalah Kajian tentang perlakuan atau tingkah laku manusia dalam proses pengajaran dan pembelajaran dalam bilik darjah.

http://mbegedut.blogspot.com/2011/02/pengertian-definisi-psikologi.html
jam 21:27 2012-09-25


Ada beberapa pernyataan tentang ruang lingkup psikologi pendidikan menurut beberapa ahli
Di antaranya :
1.      Ruang lingkup  Psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 )
 Hubungan antara psikologi dengan guru
·         Manajemen kelas : Perkembangan dan sosialisasi anak kepemimpinan dan dinamika kelompok, modelling, reward, punishment, extinction. Hasil – hasil penelitian manajemen kelas, persiapan dan pelaksanaan pengajaran yang baik.
·         Mengurai masalah belajar : pengertian, prinsip, perbedaan individu dalam belajar, model dan desain belajar dan prinsip pengajaran.
·          Pertumbuhan dan perkembangan dalam pendidikan : Prinsip dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial dan kepribadian, kreativitas dan aplikasinya dalam pendidikan.
·          Motivasi : Pengertian, teori dan aplikasinya dalam pendidikan.
·          Evaluasi dalam belajar : pengertian, macam, cara menyusun, prosedur penilaian, monitoring kemajuan siswa, validiras dan realibilitas penggunaan statistik dalam pengolahan hasil tes
2.      Namun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) Ruang Lingkup psikologi pendidikan meliputi :
·         Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup, tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan.
·          Pembawaaan.
·          Lingkungan fisik dan psikologis.
·          Perkembangan siswa.
·          Proses – proses tingkah laku
·          Hakekat dan ruang lingkup belajar.
·          Faktor yang mempengaruhi belajar
·          Hukum dan teori belajar
·          Pengukuran pendidikan
·          Aspek praktis pengukuran pendidikan
·          Transfer belajar.
·          Ilmu statistik dasar.
·          Kesehatan mental.
·          Pendidikan membentuk watak / kepribadian.
·          Kurikulum pendidikan sekolah dasar.
·         Kurikulum pendidikan sekolah menengah
3.      Sedangkan  Menurut Elliot, dkk ( 1999 ) ruang lingkup psikologi pendidikan ialah:
a.       Teaching and learning.
·         Research and educational psychology
·      Deversity in the classroom : Culture, Class, and Gender The Development of student.
·          Cognitive and language development.
·          Psychosicial and moral development.
·          Excepcional students Learning teori and practice.
·          Behavioral psychology and learning.
·          Cognitive psychology and learning.
·          Thingking skill and problem solving strategies.
·          Motivation in the classroom
b.      Desaign and management of classroom instruction
·         Planning for essential learning outcomes.
·          Effective teaching strategies and the desaign of instruction.
·          Classroom management : Organitation and control.
·          Teaching and technology
c.       Assesment learning and evaluating education
·         Teacher construction test and perfomance assesment method
·          Standardized test and rating scale in the classroom
Manfaat Psikologi Pendidikan
Ada pun manfaat psikologi pendidikan menurut beberapa ahli diantaranya sebagai berikut :
Menurut Moh Surya ( 1972 ) ialah sebagai berikut :
·         Untuk membantu para guru dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik mengenai pendidikan dan profesinya
Menurut Chaplin ( 1972 )
·         Untuk membantu memcahkan masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan yang meliputi guru, siswa, materi, metode, dalam masalah belajar – mengajar

Terdapat beberapa macam – macam kegiatan yang memerlukan prinsip psikologis :
·         Seleksi penerimaan siswa baru
·          Perencanaan pendidikan
·          Penyusun kurikulum
·          Penelitian kependidikan
·          Administrasi kependidikan
·          Pemilihan materi pelajaran
·          Interaksi belajar – mengajar
·          Pelayanan bimbingan dan konseling
·          Evaluasi belajar



SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN TOKOH-TOKOHNYA

Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
Bidang psikologi pendidikan didirikan oleh beberapa perintis bidang psikologi sebelum awal abad ke-20. Ada tiga perintis terkemuka yang muncul di awal sejarah psikologi pendidikan. Tokoh tersebut adalah William James, John Dewey, dan E.L. Thorndike.
A.    Tokoh-tokoh penting di balik perkembangan Psikologi Pendidikan
1.      William James.
William James adalah seorang filsuf dari Amerika Serikat, yang terkenal sebagai salah seorang pendiri Mazhab Pragmatisme. Selain sebagai filsuf, James juga terkenal sebagai seorang psikolog. Ia dilahirkan di New York pada tahun 1842. Setelah belajar ilmu kedokteran di Univ.  Harvard, ia belajar psikologi di Jerman danPerancis. Kemudian ia mengajar di Universitas Havard untuk bidang anatomi, fisiologi, psikologi, dan filsafat, hingga tahun 1907. Tak lama setelah meluncurkan buku ajar pikologinya yang pertama, yang pertama, principles of psychology, William James memberikan serangkaian kuliah yang bertajuk “talks to Teacher”. Dalam kuliah ini dia mendiskusikan aplikasi psikologi untuk mendidik anak. James mengatakan bahwa eksperimen psikologi di laboratorium sering kali tidak bisa menjelaskan kepada kita bagaimana cara mengajar anak secara efektif. Dia menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas guna meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik yang sedikit lebih tinggi di atas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak dengan tujuan memperluas cakrawala pemikiran anak.




2.      John Dewey.
 Dia adalah seorang filsuf dari Amerika Serikat, yang termasuk Mazhab Pragmatisme. Selain sebagai filsuf, Dewey juga dikenal sebagai kritikus sosial dan pemikir dalam bidang  pendidikan.  Dewey dilahirkan di Burlington pada tahun 1859. Setelah menyelesaikan studinya di Baltimore, ia menjadi guru besar dalam bidang filsafat dan kemudian dalam bidang pendidikan pada beberapa universitas. Sepanjang kariernya, Dewey menghasilkan 40 buku dan lebih dari 700-an artikel. Dia menjadi motor penggerak untuk mengaplikasikan psikologis di tingkat praktis. Banyak ide penting lahir dari pemikiran John Dewey. Pertama, kita mendapatkan pandangan tentang anak-anak sebagai pembelajar aktif. Pemikiran yang kedua dari Dewey adalah bahwa pendidikan seharusnya di fokuskan pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya, ia percaya bahwa anak-anak seharusnya tidak hanya mendapat pelajaran akademik saja, tetapi juga harus di ajari cara untuk berpikir dan dan beradaptasi di luar sekolah sehingga anak-anak mampu memecahkan masalah secara reflektif.

3.      E.L Thorndike
.Edward Lee “Ted” Thorndike (31 Agustus 1874 – 9 Agustus 1949) adalah seorang psikolog Amerika yang menghabiskan hampir seluruh karirnya di Teachers College, Columbia University. Dia adalah anggota dewan Corporation Psikologis, dan menjabat sebagai presiden American Psychological Association pada tahun 1912. Thorndike member banyak perhatian pada penilaian dan pengukuran serta perbaikan dasar-dasar belajar secara ilmiah. Thorndike berpendapat bahwa salah satu tugas pendidikan di sekolah adalah yang paling penting adalah menanamkan keahlian penalaran anak. Ia mengajukan gagasan bahwa psikologi pendidikan harus punya basis ilmiah dan harus berfokus pada pengukuran



B.     Diversitas dan Psikologi Pendidikan Awal
Tokoh paling menonjol dalam sejarah awal psikologi pendidikan kebanyakan adalah pria kulit putih, seperti yang telah di uraikan sebelumnya. Hanya ada sedikit tokoh non-kulit putih yang berhasil mendapatkan gelar dan bisa menembus rintangan diskriminasi rasial untuk melakukan riset di bidang ini. Dua tokoh keturunan Amerika-Afrika yang menonjol di bidang psikologi adalah Mamie dan Kenneth Clark. Mereka berdua melakukan riset tentang identitas dan konsep diri anak-anak Amerika-Afrika. Tokoh etnis minoritas lain dalam bidang ini adalah George Sanchez, psikolog keturunan Negara latin, ia melakukan riset yang mrnunjukksn bahwa tes kecerdasan secara cultural telah dibiaskan dan merugikan anak-anak etnis minoritas. Tokoh lain di bidang ini adalah Leta Hollingworth, seorang tokoh perempuan, yang sering diabaikan dalam sejarah psikologi pendidikan. Hollingworth juga adalah orang pertama yang menggunakan istilah gifted untuk mendeskripsikan anak-anak yang mendapat skor istimewa dalam tes kecerdasan.

C.     Perkembangan Lebih Lanjut tentang Psikologi Pendidikan
Pendekatan Thorndike untuk studi pembelajaran digunakan sebagai panduan bagi psikologi pendidikan di awal abad ke-20. Dalam ilmu psikologi Amerika, padangan B.F Skinner, yang didasarkan pada ide-ide Thorndike, sangat mempengaruhi psikologi pendidikan pada pertengahan abad ke-20. Skinner berpendapat bahwa proses mental yang dikemukakan oleh James dan Dewey adalah proses yang tidak dapat diamati dan karenanya tidak bisa menjadi subyek studi psikologi ilmiah yang menurutnya adalah ilmu tentang perilaku yang dapat diamati dan ilmu tentang kondisi-kondisi yang mengendalikan perilaku. Pada 1950-an, Skinner mengembangkan konsep programmed learning (pembelajaran terprogram), yakni setelah murid melalui serangkaian langkah ia terus di dorong (reinforced) untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Skinner menciptakan sebuah alat pengajaran yang berfungsi sebagai tutor dan mendorong murid untuk mendapatkan jawaban yang benar.
Akan tetapi, muncul keberatan terhadap pendekatan behavioral yang dianggap tidak banyak tujuan dan kebutuhan pendidikan di kelas. Sebagai reaksinya pada 1950-an Benjamin Bloom menciptakan taksonomi keahlian kognitig yang mencakup pengingatan, pemahaman, synthesizing, dan pengevaluasian, yang menurutnya harus dipakai dan dan dikembnagkan oleh guru untuk membantu murid-muridnya. Perspektif kognitif menyimpulkan bahwa analisis behavioral terhadap instruksi sering kali tidak cukup menjelaskan efek dari instruksi terhadap pembelajaran. Revolusi kognitif dalam psikologi pun mulai berlangsung pada tahun 1980-an dan disambut hangat karena pendekatan ini mangaplikasikan konsep psikologi kognitif untuk membantu murid belajar. Jadi, menjelang akhir abad ke-20 banyak ahli psikologi pendidikan kembali menekankan pada aspek kognitif dari proses belajar.
Pendekatan kognitif dan pendekatan behavioral hingga saat ini masih menjadi bagian dari psikologi pendidikan, namun selama beberapa decade terakhir abad ke-20, ahli psikologi pendidikan juga semakin memperhatikan aspek sosioemosional dari kehidupan murid. Misalnya mereka menganlisa sekolah sebagai konteks sosial dan mengkaji peran kultur dalam pendidikan.

METODE-METODE DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN
A.    Metode-metode dalam psikologi pendidikan
Terdapat beberapa metode dalam psikologi pendidikan diantaranya sebagai berikut :
1.      Metode ceramah (Teacher-Centered)
Pendidik perlu untuk memberikan pengarahan yang dapat menghantarkan daya nalar dan kreativitas peserta didik terhadap topik yang sedang dibicarakan.

2.   Metode Tanya-Jawab
Metode tanya-jawab digunakan dengan maksud :
• Melanjutkan (meninjau) pelajaran yang lalu
• Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama siswa
• Memimpin pengamatan dan pemikiran siswa

3.   Metode Diskusi dan Presentasi (Student-Centered)
Metode diskusi adalah cara penyampaian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah. Siswa dituntut aktif.

4.   Metode Kerja Kelompok
Kerja kelompok dapat diartikan sebagai suatu kegiatan belajar-mengajar dimana siswa dalam suatu kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil untuk mencapai suatu tujuan pengajaran tertentu.

5.      Metode Demonstrasi dan Eksperimen
Antara metode demonstrasi dan eksperimen sebenarnya berbeda, akan tetapi dalam praktek sering dipergunakan silih berganti atau saling melengkapi.




6.      Metode Sosiodrama dan Bermain Peran
Metode sosiodrama dan bermain peranan merupakan dua buah metode mengajar yang mengandung pengertian yang dapat dikatakan bersama dan karenanya dalam pelaksanaan sering disilih gantikan.

B.     Permasalahan yang Terjadi di Sekolah dan Solusinya
Biasanya, permasalahan yang sering terjadi di sekolah seringkali melibatkan guru dan murid. Adanya perasaan tidak suka oleh si murid yang memicu perilaku pembangkangan dan hal ini menimbulkan kejengkelan pada si guru. Oleh sebab itu, perlu diadakan konsultasi dengan murid maupun guru untuk menemukan titik cerah dari masalah tersebut. Di samping permasalahan antara guru dan murid, murid juga biasanya akan berselisih satu dengan yang lainnya. Hal ini umum terjadi dalam kehidupan sosial kita. Disinilah peran guru untuk menanamkan moral yang baik kepada siswa. Di samping itu, komunikasi dengan orang tua juga tidak kalah pentingnya apalagi jika menghadapi anak yang kesulitan belajar.

C.     Fungsi & Peran Psikolog di Sekolah dan Perlunya Psikologi di Sekolah
Mengingat begitu kompleksnya kehidupan sekolah, maka jelas psikologi sekolah ini sangat penting dan diperlukan. Ada 5 faktor yang menentukan keluasan peran dari psikolog sekolah, yaitu :
a.       Tingkat Pelayanan
Pada awalnya, psikolog sekolah dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan menggolongkan anak-anak yang memerlukan pendidikan khusus. Lalu, seiring dengan perkembangannya, psikolog sekolah pun semakin luas perannya, mulai melaksanakan praktek klinis dan konseling. Lalu, psikolog sekolah juga mulai terlibat dalam tindakan-tindakan yang menyangkut kebijakan dan prosedur sekolah dalam pengembangan dan evaluasi program dan pelayanan di sekolah; menyangkut supervisi pendidikan dan bekerja sebagai konsultan bagi karyawan edukatif maupun non-edukatif (termasuk membantu melakukan seleksi penempatan urusan personalia) dan bekerja sama dengan ahli-ahli lain dalam masayarakat.


b.      Macam Kegiatan Profesional
Melakukan diagnosis langsung, konsultasi pendidikan, evaluasi serta pelacakan kembali.
c.       Menghadapi Klien secara Langsung
Berhadapan dengan murid secara perorangan, kelompok murid, murid per kelas, guru secara perorangan, kelompok guru, tenaga administrasi maupun pendidikan sebagai suatu sistem sosial membutuhkan perlakuan tertentu.
d.      Tingkat Perkembangan Murid
Peran psikolog sekolah didasarkan pada tingkat perkembangan usia murid.
e.       Kekhususan Masyarakat atau Sekolah
Tergantung kepada ciri-ciri khas, formal-nonformal, sumber dana sekolah, daerah lokasi sekolah, maupun suku/agama/ras/golongan yang memanfaatkan jasa psikolog sekolah ini.

D.    Hal-hal yang diberikan dalam kaitannya dalam Layanan Psikolog Sekolah
Psikolog Sekolah memberikan pelayanan seperti membantu pendidik dalam melaksanakan kelas yang aman, kelas sehat di lingkungan sekolah, mengasuh, memberi strategi pemecahan masalah dan penyalahgunaan zat, dan topik lainnya yang berkaitan dengan sekolah sehat, melakukan penelitian tentang instruksi yang efektif, manajemen perilaku, program-program sekolah alternatif, dan intervensi kesehatan mental; intervensi langsung dengan siswa dan keluarga melalui konseling individu, kelompok pendukung, dan pelatihan keterampilan; mengkomunikasikan hasil evaluasi psikologis untuk orang tua, guru, dan lain-lain sehingga mereka dapat memahami sifat kesulitan siswa dan bagaimana untuk melayani kebutuhan siswa; bekerja dengan berbagai masalah emosional dan akademik mahasiswa; melayani satu atau beberapa sekolah di daerah sekolah atau bekerja untuk sebuah pusat kesehatan mental masyarakat didalam lingkungan universitas.

 Perbedaan antara Psikolog Sekolah, Psikolog Pendidikan dan BK
Psikolog pendidikan adalah orang yang menerapkan ilmu-ilmu psikologi ke dalam dunia pendidikan. Sedangkan psikolog sekolah adalah orang yang menerapkan ilmu-ilmu psikologi pendidikan ke dalam dunia sekolah saja, mencakup berkewajiban untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menurutnya dapat mengembangkan potensi sekolahnya, ataupun menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang telah terbukti keampuhannya menurut hasil penelitian psikolog pendidikan. Psikolog pendidikan tidak hanya bergerak sebatas di dalam ruang lingkup sekolah. Psikolog pendidikan juga bisa bergerak di dalam ruang lingkup sekolah tinggi, depdiknas, dan sebagainya yang mempunyai hubungan dengan dunia pendidikan.
Lalu bagaimana dengan BK? guru BK dan Psikolog memiliki perbedaan. Sebab, guru BK merupakan guru sekolah yang dilindungi undang-undang. Sementara Psikolog merupakan profesi khusus yang berperan dalam menentukan peningkatan kualitas sekolah. Guru BK berperan dalam membangun manusia yang seutuhnya dari berbagai aspek yang ada di dalam diri si peserta didik. Namun, jika BK dihadapkan pada situasi peserta didik yang sangat kompleks dan tidak bisa ditangani, maka dalam hal ini, Psikolog sekolah bisa turun tangan.
Sedangkan menurut Drs. Sanapiah Faisal dan Drs. Andi mappiare dalam bukunya “psikologi sebagai ilmu pengetahuan”, menyebutkan terdapat beberapa program-program dalam sekolah yang menmanfaatkan hasil dari psikologi antara lain ;
1.      Pengajaran : bagaimana memamnfaatkan hasil penilaan pendidikan sehingga dapat mendorong anak belajar, dan sebagainya
2.      Kurikulum : dasar-dasar psikologi yang digunakan untuk menyusun program pengajaran, yang sesuai dengan masa perkembangan anak kebutuhan-kebutuhan anak, minat anak, dan sebagainnya.
3.      Disiplin dan peraturan : pembuatan peraturan-peraturan sehingga dengan sukarela anak mau menurutinya,  penciptaan suasana sekolah yang menyenangkan, dan sebagainya,
4.      Human relationships : hubungan antar personel disekolah sehingga dinamika kerja lebih efektif dan efesien menyangkut, hubungan sesama guru, antara guru dengan kepala sekolah, antara guru dengan murid, antara guru dengan tata usaha, dan seterusnya.


Daftar isi

Faisal, sanapiah dan Mappire, andi . “dimensi-dimensi psikologi” usaha nasional,surabaya

Artikel Terkait :



1 comment

April 7, 2015 at 10:20 AM

Assalamu'alaikum
Mohon izin copy paste tulisannya.
Terimakasih banyak, ini sangat membantu.
Jazakumullohu Ahsanal Jaza'
Wassalamu'alaikum

Post a Comment