Thursday, January 5, 2012

0 contoh artikel bahasa indonesia

Date: Thursday, January 5, 2012 12:24 PM
Category:
Author: komunitas tintamerah
Share:
Responds: 0 Comment

Biogas untuk Sumbawa
Seperti yang kita ketahuai bahawa biogas adalah sumber energy aternatif yang ramah lingkungan. Biogas berasal dari sisa-sisa atau kotoran mahluk hidup atau sampah-sampah organik, seperti kotoran sapi. Oleh karena itu daerah peternakaan sangat cocok untuk mengembang sumber energy ramah lingkungan ini.
Dan apa hubungannya biogas dengan Sumbawa ?. seperti yang kita ketahuai bahwa kota Sumbawa ini juga terkenal sebagai daerah penghasil daging sapi, jadi banyak peternakan- peternakan yang tersebar  hampir diseluruh penjuru daerah Sumbawa.
Akan tetapi gaya atau cara berternak yang diterapkan oleh masyarakat tidak ramah lingkungan, kenapa ? karena masyarakat hanya mengembalakan ternaknya secara liar, sehingga banyak kotoran ternak disembarang tempat.
Seperti yang kita ketahui bahwa kotoran sapi banyak mengandung zat metan, dimana zat tersebut dapat menyebabkan global warming. Nah karena itu kota Sumbawa kita terasa panas padahal masih banyak gunung hijaunya .
Dalam hal ini pemerintah juga harus turun tangan dalam pemerdayaan masyrakat khususnya para peternak agar merubah gaya atau cara berternaknya mereka. Gaya atau cara berternak yang baik adalah dengan mengkandangkan hewan ternaknya di suatu bangunan dimana sisa makanan dan kotoran sapi dibersihkan secara berkala.  Pemerintah juga melakukan penyuluhan tentang tata cara membuat biogas. Jadi tanah samawa ini sejuk dan bermasyarakat mandiri sumber energy.
Table komposisi gas yang terkandung dalam kotoran sapi
Tabel : Komposisi biogas (%) kotoran sapi dan campuran kotoran ternak dengan sisa pertanian
Jenis gas
Biogas
Kotoran sapi
Campuran kotoran + sisa pertanian
Metan (CH4)
65,7
54 - 70
Karbon dioksida (CO2)
27,0
45 - 57
Nitrogen (N2)
2,3
0,5 - 3,0
Karbon monoksida (CO)
0
0,1
Oksigen (O2)
0,1
6,0
Propena (C3H8)
0,7
-
Hidrogen sulfida(H2S)
-
sedikit
Nilai kalor (kkal/m2)
6513
4800 - 6700
Sumber: Harahap, dkk (1978)
http://dekfendy.blog.uns.ac.id/2009/12/15/membuat-biogas-dari-kotoran-ternak/
Adapun tata cara membuat biogas adalah sebagai berikut :
Membuat atau membangun tempat instalasi biogas
untitled.jpg.bmpBangunan utama dari instalasi biogas adalah Digester yang berfungsi untuk menampung gas metan hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri. Jenis digester yang paling banyak digunakan adalah model continuous feeding dimana pengisian bahan organiknya dilakukan secara kontinu setiap hari. Besar kecilnya digester tergantung pada kotoran ternak yang dihasilkan dan banyaknya├┐ biogas yang di inginkan. Lahan yang diperlukan sekitar 16 m2. Untuk membuat digester diperlukan bahan bangunan seperti pasir, semen, batu kali, batu koral, bata merah, besi konstruksi, cat dan pipa parolon.
Gambar: Unit pengolahan kotoran sapi menjadi biogashttp://dekfendy.blog.uns.ac.id/2009/12/15/membuat-biogas-dari-kotoran-ternak/

Lokasi yang akan dibangun sebaiknya dekat dengan kandang sehingga kotoran ternak dapat langsung disalurkan kedalam digester. Disamping digester harus dibangun juga penampung sludge (lumpur) dimana slugde tersebut nantinya dapat dipisahkan dan dijadikan pupuk organik padat dan pupuk organik cair.
Setelah pengerjaan digester selesai maka mulai dilakukan proses pembuatan biogas dengan langkah langkah sebagai berikut:
1. Mencampur kotoran sapi dengan air sampai terbentuk lumpur dengan perbandingan 1:1 pada bak penampung sementara. Bentuk lumpur akan mempermudah pemasukan kedalam digester
2. Mengalirkan lumpur kedalam digester melalui lubang pemasukan. Pada pengisian pertama kran gas yang ada diatas digester dibuka agar pemasukan lebih mudah dan udara yang ada didalam digester terdesak keluar. Pada pengisian pertama ini dibutuhkan lumpur kotoran sapi dalam jumlah yang banyak sampai digester penuh.
3. Melakukan penambahan starter (banyak dijual dipasaran) sebanyak 1 liter dan isi rumen segar dari rumah potong hewan (RPH) sebanyak 5 karung untuk kapasitas digester 3,5 - 5,0 m2. Setelah digester penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi.
4. Membuang gas yang pertama dihasilkan pada hari ke-1 sampai ke-8 karena yang terbentuk adalah gas CO2. Sedangkan pada hari ke-10 sampai hari ke-14 baru terbentuk gas metan (CH4) dan CO2 mulai menurun. Pada komposisi CH4 54% dan CO2 27% maka biogas akan menyala.
5. Pada hari ke-14 gas yang terbentuk dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya. Mulai hari ke-14 ini kita sudah bisa menghasilkan energi biogas yang selalu terbarukan. Biogas ini tidak berbau seperti bau kotoran sapi. Selanjutnya, digester terus diisi lumpur kotoran sapi secara kontinu sehingga dihasilkan biogas yang optimal
Pengolahan kotoran ternak menjadi biogas selain menghasilkan gas metan untuk memasak juga mengurangi pencemaran lingkungan, menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair dan yang lebih penting lagi adalah mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak bumi yang tidak bisa diperbaharui. Dan pesan kami yang terakhir kita jaga dan kembangkan semua potensi yang ada ditanah sumawa kita,emas yang sangat berharga adalah diri kita sendiri
(sumber data statistik : http://dekfendy.blog.uns.ac.id/2009/12/15/membuat-biogas-dari-kotoran-ternak/)

Artikel Terkait :



Post a Comment